grill and coffee

kata itu lagi sering saya baca selama beberapa hari saya berada di Bandung. Sebuah kombinasi yang aneh, paling tidak buat saya.

Kenapa aneh?

  1. dari segi rasa, rada gak nyambung euy. Grill dengan rasanya yang kuat, saus barbecue yang kental, akan berantem dengan rasa kopi (sebagai minuman) yg juga berat. Mau dingin atas panas, pakai banyak susu atau polosan, kopi dan barbecue bukan teman yang baik. Jus jeruk, anggur, atau bir dingin mestinya akan lebih cocok.
  2. Penikmat kopi akan duduk lebih lama (apalagi ketika dikasih colokan listrik dan koneksi internet nirkabel), sementara restoran membutuhkan turn over pengunjung yang lebih tinggi untuk membayari operasionalnya.
  3. Kebutuhan bentukan suasana ruangan berbeda
  4. Kopi bersifat higroskopis alias jagoan menyerap bau. Kopi aroma daging panggang kayaknya kurang asik, walau daging panggang aroma kopi lumayan enak (udah pernah nyoba bikin bertahun-tahun yang lalu) 😀

membaca  kombinasi tersebut kesan saya adalah:

  1. Emang hobi di keduanya, pengen menyalurkan hobi
  2. Maruk, melihat prospek kedua bidang tsb diatas kertas, tanpa memikirkan secara detail dampak ketika keduanya bertemu
  3. Survival mode, sudah memulai di salah satu bidang, grill atau kopi, tidak bahagia melihat pemasukan, dan mencari jalan menopang operasional.

Sampai sekarang belum sempat mengunjungi tempat-tempat tersebut, nanti kalau sudah diceritain lagi apa dan bagaimana tempat tersebut dalam kenyataannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s