Kit alat kopi buat perjalanan

Dahulu ketika saya berpergian, satu-dua sachet kopi instant selalu menemani perjalanan saya. Kepraktisannya tidak ada yang bisa mengalahkan, demikian juga asupan energi dan kafein yang tinggi dari creamer, gula dan tentu kopi instantnya.

Namun setelah beberapa lama, saya semakin tidak kuat dengan karakter manis yang ada. Sachetan kopi instant kemudian beralih menjadi bubuk kopi yang saya giling dirumah, dimasukkan ke dalam botol-botol kaca bekas minuman ringan konsentrat vitamin C. Botol berisi kopi ini pun kemudian berkembang, ditemani sebuah gelas plastik yang cukup kuat menahan panas (labelnya bilang bisa >165°C) serta sebuah pemanas koil watt rendah.

Sekian waktu kemudian, kit saya bertambah lagi. Sebuah aeropress menemani perjalanan, mengijinkan saya membuat kopi tanpa ampas, dengan suhu air yang tidak terlalu panas, serta mudah dibersihkan. Sebuah Hario Slimo melengkapi gear ini, karena membawa kopi dalam botol-botol kaca tersebut mulai agak merepotkan.

Kit alat seduh tersebut menemani saya berpergian keliling indonesia. Semuanya bisa masuk dengan manis, walau agak maksa sedikit, ke dalam kantung kain bawaan aeropress. Ringkes dan praktis. Namun ketika saya hendak berangkat untuk perjalanan jauh kemarin, sebuah alat seduh kopi dipinjamkan oleh Toni Wahid. Bila dibandingkan dengan alat seduh ini, kit saya terlihat bulky dan besar. Apalagi karena sekarang kantung aeropress sudah hancur berantakan, saya gantikan dengan potongan bagian bawah celana jeans saya.

Alat seduh pinjaman tersebut adalah Cafflano. Sebuah alat seduh perjalanan serba bisa. Dalam sebuah tumbler ukuran agak besar, terdapat sebuah gelas, filter, gilingan kopi, dan sebuah tutup yang bisa berfungsi sebagai sebuah ceret tuang. Secara dimensi, semua kelengkapan ini memiliki ukuran kurang lebih ½ dari kit yang biasa saya bawa. Sangat ringkes. Dijual seharga Rp.1.360.000,- disebuah toko online, harga 1 unit cafflano ini masih sedikit lebih mahal dibandingkan total harga kit yang saya bawa selama ini. Namun apabila perbedaan ini bisa membuat hidup lebih nyaman, kenapa tidak bukan?

Beberapa jam setelah Cafflano diterima, saya mulai bermain-main. Grind-size dimainkan, cara tuang dimainkan. Tujuannya adalah biar waktu pergi nanti, andai ada perubahan, perubahan yang harus dilakukan cukup minimal saja. Satu dua kali mencoba, saya merasa ada beberapa hal yang mengganggu saya.

Alasan saya memilih Hario Slim dan bukan porlex selain harga adalah karena alasan ergonomis. Pengalaman menggiling 4 cangkir kopi menggunakan porlex pinjaman membuat saya memutuskan untuk membeli hario yang bagi saya memiliki faktor ergonomis yang lebih baik. Bentuknya yang tidak lurus laksana tabung, terasa lebih nyaman kala saya menggenggamnya. Ketika saya menggiling menggunakan Cafflano, ketidaknayaman itu muncul kembali. Lebih tidak nyaman bahkan, bila dibandingkan porlex, karena diameter tabung yang harus dipegang lebih besar. Selain itu bagian atas gilingan tidak memiliki tutup, sehingga apabila tidak hati-hati, atau sedang menggiling dalam perjalanan, biji kopi bisa terlontar keluar.

Hal lain yang mengganggu adalah mengenai kecepatan titrasi. Bentuk dan kerapatan filter yang dimiliki Cafflano membuat waktu seduh menjadi lebih lama. Untuk mendapatkan waktu seduh dibawah 3 menit/cangkir ukuran besaran gilingan biji haruslah cukup kasar. Untuk mendapatkan kecepatan seduh yang biasa saya pergunakan untuk mendapatkan karakter kopi yang memiliki karakter asam yang cukup tinggi belum berhasil saya dapatkan hingga sekarang. Buat yang bukan penggemar kopiasam, Cafflano dapat menghasilkan kopi yang cenderung manis dengan persepsi kekentalan yang cukup baik. Namun bila anda mengharapkan karakter asam buah bernyanyi dalam kopi yang anda seruput, alat ini bukan untuk anda.

Beberapa pengguna mencoba mengakali kecepatan titrasi tersebut dengan menggunakan filter kertas. Saya sudah mencoba beberapa kali, dan hingga kini saya belum puas dengan hasilnya. Filter flatbottom, V60, ukuran besar, ukuran kecil, semua sudah saya coba. Dan jujur-jujuran saya belum puas dengan hasilnya. Selain itu penggunaan filter kertas ini terasa berlebihan dengan adanya filter mesh yang merupakan bagian dari Cafflano ini. Asa gimana gitu….

Kala dalam perjalanan, Cafflano ini hanya saya pergunakan beberapa kali saja. Statusnya yang pinjaman membuat saya tidak berani menaruh pemanas air koil saya kedalamnya. Untung di bandara air panas masih bisa kita beli (dengan alasan sakit butuh air panas buat minum obat), namun kala di udara, temperatur air yang dihasilkan pemanas air di pesawat masih terlalu rendah sehingga kopi yang dihasilkan under extracted. Disini kekurangan lain dari cafflano kembali terasa. Walau pihak produsen mengklaim mudah dibersihkan, saya membuktikan sebaliknya. Butuh usaha lebih untuk membersihkan bagian filter, terutama bila kita bandingkan dengan proses pembersihan aeropress yang sangatlah praktis.

Ketika tiba di tujuan, cafflano akhirnya hanya menjadi pengisi tas saya saja. Sekali-sekalinya digunakan hanya sebagai tumbler atau gelas saja. Instink saya untuk membawa kit alat seduh yang biasa membawa hasil. Aeropress, hario Slim dan kawan-kawan kembali keluar, untuk menemani hari hari saya

Secara konsep apa yang ditawarkan Cafflano merupakan idaman semua penikmat kopi yangs enang berkelana. Praktis, ringkas, ringan, dan serba ada dalam sebuah kemasan rapat. Namun bagi saya tampaknya harus ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan. Berikut ringkasan pengalaman saya menggunakan alat seduh tersebut:


(+)

  • Terlihat keren
  • Ringkas
  • Lengkap

(-)

  • Tidak ergonomis kala menggiling kopi
  • Tidak ada tutup pada bagian grinder, biji kopi bisa tumpah kala menggiling
  • Grinder terlalu rapat sehingga kecepatan seduh menjadi lambat
  • Mengkompensasi dengan membuat gilingan menjadi kasar sangat berpengaruh pada rasa
  • Membersihkan filter butuh air agak banyak/mengalir

 

Kesimpulan

Saya bukan penggemar Cafflano. Saya tetap akan kembali menggunakan kit lama, walau kalau ada uang lagi ingin mengganti grinder hario slim yang sudah cukup tua. Tingkat gilingan yang dihasilkan semakin tidak rata, dan batang engkol mulai mudah terlepas kala sedang menggiling

Advertisements

3 thoughts on “Kit alat kopi buat perjalanan

  1. tulisan yang bagus, apalagi kalau ada gambar atau foto alatnya, Namun buat penggemar kopi, tulisan ini tetap menarik.

  2. thanks reviewnya kang
    saya masih setia direpotkan dengan membawa porlex yg sudah terisi biji secukupnya & aeropress yg semuanya dimasukkan dalam kantong yang dijahit ulang, dari bekas tote bag yg bahannya cukup tebal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s