Rangkuman twitteran soal kopi, beberapa waktu yang lalu

Kadang suka seperti kesetanan, bercerita banyak dan singkat soal kopi di Twitter. Terima kasih kepada mas Dony Alfan yang sudah merangkumkan dan mengedit tata tulisnya :D. Rangkuman ini juga bisa dibaca di blog beliau di http://putradaerah.wordpress.com/2011/05/20/kultwit-ceritakopi/

Berikut ini adalah kultwit #CeritaKopi:

  • Sedikit #ceritakopi untuk @indrasaleh . Indonesia itu satu2nya negara, yg memiliki kebun kopi tersebar sangat luas secara geografis
  • Luasnya posisi geografis membuat karakter rasa yg bisa dihasilkan lebar pula, akibat dari kondisi alam/terroir dimana ditanam #ceritakopi
  • Tuk melindungi karakter khas yg dihasilkan daerah, diterapkan program Identifikasi Geografis oleh Ditjen HAKI & masyarakat kopi #ceritakopi
  • Kenapa harus dilindungi secara geografis? Karena kopi beberapa daerah dihargai lebih tinggi karena rasa karakter yg dihasilkan #ceritakopi
  • Ketika dunia meributkan arabika tanah tinggi Gayo – Aceh, penikmat kopi di aceh lbh meributkan robusta Lamno – pantai barat Aceh #ceritakopi
  • Karakter rasa tersebut sgt bergantung pd proses sangrai n proses seduh, karena bila salah satu salah, habis sudah kecantikannya #ceritakopi
  • Fakta menarik soal kopi. Ketika 80% dunia mengkonsumsi Arabika, penikmat kopi di Indonesia mengkonsumsi 80% lebih robusta #ceritakopi
  • Tidak ada yg salah dgn konsumsi robusta, tp kalau ingin petani kopi kita lebih sejahtera, cobalah berubah ke arabika #ceritakopi
  • Arabika memang jauh lebih rewel. Seperti diva. Tapi bila kita menanamnya di tempat yg tepat n prosesnya tepat, hasilnya bgs bgt #ceritakopi
  • Dgn pola tanam yg bagus, petani Gayo bisa mendapatkan 3/4ton buah kopi/hektar. Petani robusta di Lamno bisa dapat 2-3 ton/hektar #ceritakopi
  • Tapi kalau dibandingkan harga jual, harga arabika vs robusta bisa beda berkali-kali lipat. Jauh lbh mahal arabika #ceritakopi
  • Saat ini petani arabika di dataran tinggi gayo sedang sangat bahagia. Baru kali ini mereka yg menentukan harga kopi, bukan pasar #ceritakopi
  • Namun spt biasa, ketika 1 bahagia, sebagian lainnya pusing. Para eksportir/roaster/retailer/cafe ownerpusing mau jual berapa #ceritakopi
  • Robusta Lamno merupakan tamparan halus bagi saya yg bergumul dgn arabika. Dgn penanganan yg tepat robusta bisa sangat enak #ceritakopi
  • Bila arabika baik ditanam diketinggian tanah setinggi mungkin, robusta Lamno jaya karena ditanam hanya 30m diatas permukaan laut #ceritakopi
  • Banyak orang mengasosiasikan acidity arabika dengan sakit perut. Padahal kadar Ph kopi jauh dibawah minuman soda atau rujak cuka #ceritakopi
  • Acidity arabika itu mengingatkan dengan asemnya apel malang, jeruk lemon/lime, strawberry, blackberry.. asem2 menyenangkan #ceritakopi
  • Asem jahanam yg bkn perut melilit disebabkan biji cacat karena penyakit /buah belum matang benar. Jus kedondong mentah anyone:D #ceritakopi
  • Tercampurnya buah mentah dalam kopi lbh mungkin terjadi di robusta, karena petani terbiasa mengejar kuantitas bukan kualitas #ceritakopi
  • Proses sortasi yg dilakukan berulang kali membuat arabika lebih “aman” dikonsumsi, kecuali kita minumnya yg sisa sortir/asalan #ceritakopi
  • “Tidak ada yg terbuang di kopi. Kulit buah jadi kompos, hasil sortiran jelek dikirim ke Jawa” cerita seorang eksportir di Medan #ceritakopi
  • 1 cangkir kopi membutuhkan kurang lebih 10 gram/150-200ml = 55 butir biji kopi. 1 butir cacat besar ada disitu, bisa rusak lidah seharian #ceritakopi
  • Setiap biji kopi arabika kelas specialty melewati paling sedikit tangan 2 orang ibu melakukan sortasi. Alasan knp arabika mahal #ceritakopi
  • Kadang sedih ketika diajak cupping oleh eksportir. Betapa cantiknya karakter kopi-kopi yg dikirim ke luar tsb #ceritakopi
  • Tp disisi lain mengerti. Konsumen lokal seringkali lebih mementingkan harga dan bukan kualitas. Semoga tidak selalu begini #ceritakopi
  • Ingin lebih mengapresiasi kopi yg kita minum? Kurangi gula hingga bisa tanpa. Disitu kecantikan kopi baru muncul dan terasa #ceritakopi
  • Daerah mana yg dianggap penghasil kopi terbaik Indonesia? – akhirnya semua tergantung pada palate rasa apa yg digemari #ceritakopi
  • Orang Jepang saking sukanya dengan kopi Toraja, tahun 70an mereka beli tanah n bikin perkebunan disana. Hasilnya eksport semua #ceritakopi
  • Pernah menyasarkan diri kesana, disuguhi kopi tubruk oleh Pak Jabir sang kepala kebun. Salah 1 kopi terEnak yg pernah saya minum! #ceritakopi
  • Kalau penasaran, kopi kesukaan Jepang tsb disajikan di bbrp tempat di blok M, 1 diatas Papaya, 1 di dkt Hero Pasaraya #ceritakopi
  • Tapi buat mereka yg takut dgn karakter acidity kopi, saya sarankan berhati-hati. Kopi tsb sgt bright, penuh dgn karakter citrus #ceritakopi
  • Seduhan kopi kebun Jepang ini memiliki body menengah, tidak terlalu pekat, manis krn petik matang + aroma jeruk diikuti limau #ceritakopi
  • Karakter tersebut menurut @morning_cup merupakan jembatan yang baik bagi seorang peminum teh. tdk terlalu kontras #ceritakopi
  • Bila Jepang suka Toraja, penikmat kopi Amerika suka kopi Sumatra. Dulu dari manapun berasal, mereka sebut sebagai Mandhailing #ceritakopi
  • Tapi akhir-akhir ini semua mata (dan lidah) sedang menatap ke Papua. Kopi dari sana menarik karena eksotisme rasanya #ceritakopi
  • Papua adalah tanah dimana kopi ditanam di ketinggian diatas 1500m, udara dan air masih bagus, dan organik #ceritakopi
  • Tapi dengan infrastruktur yg tidak bagus, n kultur masyarakat kopinya yg belum bagus harga menjadi tinggi n kualitas tdk stabil #ceritakopi
  • Sementara kita (+banyak NGO) sibuk dgn Papua, di PNG perkebunan kopi sudah ada dari dulu. Kopinya diserap semua oleh OZ #ceritakopi
  • Cerita seorang teman, peneliti kopi OZ, kopi PNG jadi rebutan roaster di sana. Dibeli sebelum panen. Jadi inget Jampit di Jatim #ceritakopi
  • Kebun Jampit dan Kayumas bisa dibilang sbg referensi kopi arabika Jawa Timur. Walau sebelahan, karakter rasanya bisa berbeda #ceritakopi
  • Tapi mau dari manapun kopinya, kalau penanganan berikutnya salah, hasilnya pasti berantakan. Mau pascapanen/roasting/brewing #ceritakopi
  • Disitu faktor manusia menentukan. Sama seperti seorang juru masak dgn bahan dasarnya. Api terlalu besarfoie gras hancur #ceritakopi
  • Suka sedih ketika mendapat sample kopi yg mestinya bagus, sayang proses roasting berantakan hingga rasa banyak terbuang #ceritakopi
  • Satu teori yg saya terima dulu pas ikut pelatihan, karakter rasa sangat bergantung dengan seberapa gelap kita me-roast #ceritakopi
Advertisements

4 thoughts on “Rangkuman twitteran soal kopi, beberapa waktu yang lalu

  1. Terima kasih sudah berbagi referensi berharga yg personal begini.
    Mau tanya, apa yg dimaksud dengan ‘seberapa ‘gelap’ kita me-roast’ ?

    1. proses roasting pada dasarnya adalah proses masak. Ketika kita sudah menguasai ilmunya, kita bisa mengeluarkan rasa yg kita inginkan/harapkan dari biji2 kopi dengan mengatur, hingga titik mana (menit keberapa atau segelap apa) biji tersebu kita sangrai. Bila ingin karakter acidity muncul, proses sangrai akan dihentikan pada saatr masih medium roast. Bila Ingin lebih ke karamel/coklat, roast dibuat lebih lama. Bila yang kita kejar adalah pahit dan kental, tentunya kita akan menyangrai lebih lama lagi.
      Tiap biji, panen, daerah, akan memiliki karakter sendiri2. Disinilah yang membuat keahlian seorang roaster seringkali ditentukan oleh “jam terbang” 😀 dan bukan kecanggihan alat

  2. Jernih.

    Sedikit berbagi, minggu terakhir Agustus kemarin, saya menikmati kopi robusta rumahan di Takengon. Kata tuan rumah, hampir semua rumah di sekitar situ meng-sangrai kopi. Meski, tidak semua rumah punya kebun kopi.

    Bagi saya, rasa kopi rumahan tersebut sudah cukup istimewa. Sayang, terlalu manis. Saya lebih suka tanpa gula.

    Setiap rumah juga punya campuran berbeda-beda untuk kopinya. Ada kacang tanah -lah, bawang putih -lah, sesuai selera. Tapi, untuk rumah yang saya datangi rupanya tanpa campuran.

    Saya simpulkan, rasa kopi di setiap rumah bisa beda sama sekali. Tidak ada standar.

    Salam.

    1. betul sekali, karena parameternya pun tidak ada standar 😀 Setiap orang akan memiliki definisi enak yang berbeda-beda 🙂 Definisi itu dibentuk selama hidupnya, dari apa yg telah dialami, dan apa yg ada disekelilingnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s